Sunday, July 8, 2018

Suatu Kala Hujan

Suatu kala hujan di kemarau...

Suasana mendadak bluey grey... Keheningan yang menggoda sekali untuk menuliskan sesuatu....
Mereview lagi perjalanan semenjak takjub dengan 2 garis di testpack, kemudian menjalani pekan demi pekan trimester pertama dengan perubahan yang 180 derajat berbeda dari sebelumnya. Betapa waktu terasa melambat, hingga terlewati 1 pekan itu terasa berhasil melampaui 1 tantangan dg menghela nafas amat lega.... Tadinya saya memohon kehamilan ke-3 ini saya tetap fit, tetap bisa ngapa2in... Mengingat waktu kehamilan Alyas tenaga saya berkurang jadi 50-60%... Mengingat lebih bermacam amanah yg akan menguras fisik dan emosi. Karena dulu ada ART, anak baru satu. Sekarang anak 2, homeschooling, tidak ada ART...Jadi sebelum hamil bisa dibilang kekuatan saya menjalani hari itu 110% 😅, juggling berbagai todolist..
Tetapi Allah berkehendak lain.... Energi saya berkurang sampai 30%, subhanallah... sampai tidak kuat tilawah, menyimak chat di hp saja pusing..

Maka betapa, terasa sekali dhoifnya diri... kekuatan itu betul2 bukan karena diri, kekuatan itu semata pemberian Allah... Ya Rabb, jangan2 sempat terbersit saat begitu sehat itu kesombongan...😭

Maka betapa, diri yang tadinya mandiri jadi begitu tergantung.. Tergantung pd suami, tergantung pd Ibu mertua, bahkan tergantung pd Mas Rayyis utk bantu momong Dek Alyas (Nak, semoga Allah balas kebaikanmu dg kesholihan 😭😭😭). Sampai pada satu titik suami mesti i'tikaf, ibu mertua ada urusan di ibukota... Maka betapa saya tersadar, hanya bisa merengek pada Allah... Dan mengakui betul2 bahwa diri ini lemah... 😭

Maka betapa diri hampir seperti putus asa bertanya2 karena rasanya tak kunjung berakhir, sampai akhirnya berdamai dan memaknai untuk menikmati saja proses ini dan mengingati semua yang mesti dilalui ini semoga dapat jadi penggugur dosa bergunung2.... Karena barangkali begitu banyak ketidaktaatan pada suami, begitu kurangnya bakti pada Mama, dan tentu berbagai kesilapan mengasuh anak2...

Jadi teringat, suatu kala di hujan di awal tahun, seorang anak kecil yang mengetahui mustajabnya do'a di waktu itu menengadahkan tangannya dan berkata: "ya Allah, aku kepingin adik..."
Dan do'a itu Allah mulai jawab beberapa bulan kemudian saat Bundanya kaget dengan hasil testpack yang tak diduga tak direncana. Anak kecil itu Mas Rayyis 😍. Maka jika Allah menakdirkan sesuatu terjadi Allah cukupkan segala sesuatu untuk melaluinya... Semoga senantiasa terpelihara syukur dan ikhlas ini ya Rabb... Langkah2 kecil ini semoga cukup pantas untuk menuju surgaMu kelak... Aamiin❤

*Dan kini, di trimester 2 anak kecil itu begitu bahagianya membayangkan bisa bermain2 dg adiknya, membelikannya mainan & baju sambil menggelitik perut Bunda yang mulai membuncit. Ah nak sholih, semoga Allah ijabah lagi doamu wahai kakak yang penyayang... 😭❤

Episode of Life

Selama hampir 2 bulan ini saya seperti merasa 'diasingkan' oleh Allah. Semenjak mobilisasi hanya seputar rumah dan ga jauh2 dari kasur beserta sarung, selimut, dan bantal. Bahkan ke luar ke sofa di ruang tengah pun si bantal mesti setia nempel di kepala due to dizzyness. Pernah menemani suami belanja perlengkapannya sebelum ke luar kota, hanya selama 1 jam & i ended up mau pingsan 😂😅

Ga kuat kena angin, ga kuat berdiri lama2.. Bahkan liat chat lama2 atau timeline lama2 ga kuat karena memicu pusing.
Subhanallah....

My life is turning upside down dari energi yang bisa sampai 110%, sekarang bisa cuma 30%.

Dan akhirnya saya seperti terputus dg dunia luar... Tidak rame chat dg teman2 komunitas, menunda semua permintaan kulwap dan semisalnya, apalagi undangan keluar... Hidup seputar itu saja: rumah, anak2, suami, dan berjuang menelan berbagai suplemen and also limited choice of routine meals....oh ya dan berjuang untuk tidur di kala anak2 masih on fire bertanya tentang buku mainan dan apaa saja juga ngajak main...
Sempat ngintip timeline sedikit and feeling: "waah asik ya si ini lagi begini, si itu udah begitu aja...."
I end up feeling more alienated, so saya memutuskan utk ga liat timeline dulu demi menjaga kesehatan mental... Butuh tetap waras demi semua...

Dan lalu saya tersadar pelajaran lama tentang episode hidup. Manusia punya episode hidup masing2, dengan pembelajarannya masing2, dengan peran yang Allah ga sembarang pilih, ga sembarang menentukan... Allah ukur dengan presisi, Allah tetapkan kadar (qodar)-nya.

Seorang hamba dg itu tak pernah perlu berkecil hati dan menginginkan episode hidup orang lain. Hayati, jalani, nikmati, dan perankan sebaik2nya episode hidup yang sedang Allah gariskan.
Episode hidup saya saat ini adalah berjuang tidak hanya sekedar melewati tetapi berbuat terbaik yang saya bisa di badai senyap trimester pertama ini.

And hey, betapa manusia itu mudah sekali tergelincir pada ketidaksyukuran... This episode, ibu2 yg sedang menanti buah hati tentu akan rela serela2nya menggantikan posisi saya, masya Allah 😭

Syukur mesti terus dipupuk, agar tak tenggelam pada kufur, apapun episode hidup yang sedang Allah skenariokan pada kita❤

Awas, Was-Was!

Satu ihwal yang seringkali menyerang saya ketika hamil adalah pikiran2 buruk, khawatiran, was-was. Subhanallah 😔

"Nanti kalau bayinya begini gimana..."
"Kalau pas lahiran jadinya begitu gimana..."
"Aku salah makan kayaknya... Gimana bayiku?"
Begitu terus tidak ada habisnya...
Baik, oke, let's think clearer, apa yang berubah? Dulu saya orang optimis, no fear, tawakkal...
Mengapa mendadak jadi begini?
Oh ya... Ini dia sebabnya: kebanyakan diem dan... Terpaku pada rutinitas begituuu saja...

Bukan apa2 karena kondisi badan yang juga upsidedown berubahnyo...
Yang membuat saya gampang ngantuk, yang membuat saya ga kuat berdiri lama2, ga kuat keluar rumah lama2 (apalagi nyetir 😂), yang membuat saya banyak duduk termenung, ya karena mikir lama2 pun ga kuat 😪

Sedangkan sebelumnya, ketika bisa leyeh2 aja ga tenang rasanya, kayak badan masih ngerjain yang lain2.... Dini hari masih kebangun buat nulis atau concepting acara/kelas. Masya Allah 😅 dibalik sama Allah.... Capek iya, tapi bahagia, produktif, dan ga ada itu pikiran buruk berani menyusup....

Nah skarang.... Celah2 pikiran negatif ini mudah sekali masuknya.... Astaghfirullah... Dan itu ternyata karena berkurang drastisnya kesibukan...... Karena hidup begitu2  aja flownya... Karena mendadak ga gaul. Terisolir macam Bunda Maryam. Nah Bunda Maryam imannya luar biasa, sholihat. Na kalo sayah yg cuma remah2, butiran atom dari beliau? Gampang galaulah jadinya.... Allahu 😅

Maka... Ini mesti ada pola yang dirubah. So i started to do different things than before:
- I stopped seeing timeline dg berita2 buruk apalagi yg kaitannya dg anak2, bayi... 😭
- Bikin wishlist barang kebutuhan bayi... Wes pokonya kepengen apa save duluuuk...
- Dg sisa tenaga menunaikan amanah posting preloved teman2 utk charity,rasa memberi manfaat, feeling of giving itu psychologically bikin positive mood...
- Beli buku2 dengan tema yg sama sekali baru atau paling ga berbeda dari bahasan2 yg sebelumnya...ini mengalihkan pikiran.... Ini juga bikin future mindset lebih positive
- Juga concepting promo buku sayah yg terbaru. Wes, memang otak konseptor ga boleh berhenti. Mesti ngalir, dipake terus biar bersih...

And alhamdulillah, bi idznillah i feel better... Survive melalui trimester pertama dg sickness terpanjang,baru mereda menjelang 16 minggu 😂
Jika tanpa pertolongan Allah entah jadi apa...❤

Hikmah dari was-was ini tentu adalah keharusan muhasabah... Apakah kekurangan vitamin Q (=Qur'an) dan D (=Dzikir), sedangkan dengan kedua itu hati jadi tenang 😭 Dan, ketika was-was datang maka langsung mengalihkan pikiran untuk berdo'a curhat ke Allah adalah do'a terbaik. Memang harus tambah mepet ke Allah, karena menjalani ini adalah ibadah istimewa yang tidak setiap orang, yang harus harus harus banyak sentuhan ilahi pada setiap prosesnya.

Ridho dan penjagaan dari Allah semoga tergapai❤




Merelakan Sebagian Nyawa

Badai trimester pertama sesungguhnya adalah suatu bentuk pengorbanan awal ibunda...
Segala mual muntah fatigue heartburn pusing adalah akibat sebuah hormon bernama HcG, ini dia si hormon populer yang bikin testpack jadi dua strip...
Si HcG ini berfungsi menyokong corpus luteum yang adalah petugas incumbent penjaga kehamilan sebelum plasenta teman bayi kita yang tugasnya suplai oksigen dan sari2 makanan... Supaya, bayi tetap hidup, dan tidak hanya itu bayi tumbuh miraculously dari hanya setitik sampai menjadi manusia mini....
Maka beratnya trimester pertama sesungguhnya sebanding dengan upaya yang sedang ikut kita ikhtiarkan.... Merelakan sebagian 'nyawa' kita untuk kesayangan kita ini....
Bagaimana tidak sampai sebagian nyawa.... Laju darah kita melambat sedangkan volumenya bertambah, proses pencernaan ikut pelan, dan itu menurunkan power kita sampai 50% bahkan bisa 20-30%...  Pinjaman daya yang insya Allah berharga jika diniatkan karena Allah.... Demi melahirkan keshalihan...

Masya Allah, Masya Allah. Allah sebaik2 pemberi balasan... Bahkan rasanya dengan itu Allah menggugurkan dosa2 saja sudah suatu bentuk kesyukuran... Hingga semoga ketika si jabang bayi terlahir, ikut terlahir pula ibundanya menjadi manusia baru......

Aamiin ya mujiibassailiin ❤

Thursday, May 26, 2016

Meltzch Re-OPEN-ing! Yay!



Alhamdulillah, MELTZCH buka kembali. Yay!

Kali ini dengan konsep baru, Meltzch menyediakan produk-produk natural dan organik untuk memenuhi kebutuhan akan gaya hidup yang sehat.

Yah... udah ga terima order cake sama cookies lagi ya, Mbak?

Hehe, sebagian pemirsa tampaknya ada yang kecewa karena mengira Meltzch produksi lagi. Belum, sebetulnya belum buka lagi, suatu saat mudah-mudahan ya. Saat ini dengan kondisi harus memprioritaskan pendidikan dan pendampingan anak-anak yang masih balita, maka pilihan ini yang paling realistis supaya Meltzch bisa buka lagi. Impian saya bisa ditunda, anak-anak terus bertumbuh tidak bisa ditunda :)

Yang sudah kangen berad cakes sama cookies Meltzch bisa juga loh mempraktekkan resep-resep simpel dan amat sangat mudah, yang juga sudah saya karyakan dalam bentuk blog di www.meltzch.com/resep. Nah, bahan-bahannya bisa didapat di webstore-nya Meltzch ya : www.meltzch.com.



Semoga Meltzch tetap bisa memberikan kontribusi. Semoga Allah ridhoi, berkahi.


Note. Blog dan webstore cakep-nya Meltzch semaunya didesain dan digarap oleh developer web kesayangan Kaveea.com.

Saturday, May 14, 2016

Our Book : Buku Ibu Sang Manusia Pembelajar



Masya Allah.
Sudah kira-kira 1 tahun buku karya kami ini terbit, tetapi mendadak berapa waktu lalu saya mendapat pesanan lumayan banyak. Biasanya order harus transfer beberapa ratus ribu, ini harus transfer diatas 1 juta.
Ah, semoga membawa manfaat, membuka pintu kebaikan, hanya itu harapan kami.

Berawal dari hobi kami yang sama-sama suka menulis, sama-sama suka berbagi di grup Facebook alumni emak-emak Psikologi UGM "Psikogama Motherhood". Kemudian tercetuslah ide untuk membukukan pengalaman-pengalaman kami sebagai Ibu baru, akhirnya koordinasi dilakukan supaya jadi kumpulan tulisan dan terbitlah buku ini. Semua prosesnya kami garap online, kami hanya berkoordinasi lewat dunia maya. Ada yang dari Semarang, Jogja, Jakarta, Kalimantan... Masya Allah ternyata bisa membuahkan sesuatu. Yah, lagi-lagi tulisan kami (saya terutama) masih jauh dari sempurna tetapi semoga bisa memberi inspirasi bagi para Ibu dan calon Ibu untuk terus menjadi manusia-manusia pembelajar.

Untuk yang ingin baca sedikit bagian dari novelnya, sample bisa dibaca disini .

Untuk order, bisahubungi langsung ke saya via Whatsapp 0819 4910 6555.

Friday, February 19, 2016

Me-Time for Me is…


Bismillah.

Me-Time itu sesuatu banged ya buat emak2 rempong.

Di saat seperti ini dimana para pria2 ganteng finally tidur lelap, saya baru bisa me-time.

Sempat beredar postingan di FB yg intinya si emak2 ini protes karena ada pihak yg beranggapan emak2 jaman sekarang ini kok masih minta me-time, emak2 jaman dulu aja anaknya banyak ga ribut me-time. Hehehe saya senyum2 sendiri bacanya.

Kalo buat saya sendiri me-time itu WAJIB. Walopun hanya duduk 15 menit saja di halaman samping sambil nyruput hot chocolate. Apalagi current condition, dimana mesti ngurus anak2, suami, Mama, rumah tanpa ART.

Me-time itu waktu PAUSE yang bisa kita berikan pada diri sendiri setelah menghadapi rentetan rutinitas harian emak2 yang tiada henti dari pagi hari (terkadang dini hari) sampai malam (terkadang tengah malam).

Waktu jeda untuk evaluasi segala rutinitas tersebut : Sudah dilakukan dengan efektif? Sudah memenuhi kebutuhan anak, suami, orangtua? Sudah mendatangkan keridhoan-Nya? Supaya rutinitas tidak berjalan begituuu saja… Supaya setiap yang kita kerjakan ada ruh-Nya… bernilai ibadah.

Waktu untuk menyalurkan hobby supaya tetep waras, hahaha. Kalau buat saya ini bisa berarti browsing resep. diutak-atik, baking, cooking, motrek2 cakep, & lalu di-upload :D

Waktu untuk merumuskan ide & pemikiran. Kalau buat saya ini berarti = MENULIS. Jadi kalau ada yang sempat heran saya masih bisa menulis 1-2 artikel parenting, well itu sudah sebuah kebutuhan bukan lagi sebuah tugas. I enjoy it :)

Waktu untuk upgrade ilmu: baca buku atau browsing artikel dengan tenang. So called pekerjaan rumah tangga & mengasuh juga butuh profesionalitas, tidak mungkin tanpa ilmu yang up to date.

Waktu untuk rekreasi, refreshing sejenak, karena berada di rumah terus itu juga bisa menimbulkan kepenatan. Keluar sejenak dari pusaran tugas-tugas yang tiada henti, supaya kepala lebih ringan, hati lebih adem. Supaya timbul inspirasi yang barangkali bisa diterapkan di rumah.

Me-time akan berbeda2 untuk setiap emak2… tapi yang penting NIAT-nya, semua kembali kesitu. Jika dengan ber-ME-time para Ibu bisa lebih ikhlas, bersyukur, berbahagia mengapa mesti dipandang sebelah mata? Toh, happy mom=happy children and mm… happy husband too hehe :D

Yang penting tidak berlebihan ketika melakukannya, karena Allah tidak menyukai yang berlebihan. Juga jangan sampai mengejar semua urusan segera selesai setiap harinya demi pengen me-time, jadinya malah tidak enjoy, tidak here & now, terburu2, kemrungsung, jebakan batman deh.

Nah..seperti saat ini, I randomly wrote about something juga adalah me-time, hehe.  Ah, semoga celotehan saya ini ada hikmah yang bisa dipetik ya.

One more thing. Ini salah satu insight yang saya dapat saat belakangan lalu me-time:

If you’re a stay at home mom like me, jangan pernah memandang remeh setiap pekerjaan rumah tangga & pengasuhan yang kita lakukan. Kita tidak pernah tau,amal kita yang mana yg bisa jadi asbab ridho Allah, yang mungkin bisa mengantarkan kita ke surga-Nya. Jadikan setiap rutinitas bermakna, sebagai dzikir, sebagai doa. Sehingga malaikat Raqib yang sibu mencatat kebaikan dan malaikat Atid bahkan tidak sempat buka buku.

Sekian.